Sejarah

Yayasan Mahad Izzuddin Palembang pada mulanya merupakan lembaga dakwah dan studi islam yang bernama Mahad Izzuddin. Kemudian Mahad ini berkembang menjadi lembaga pendidikan setelah mendapat pengesahan notaris.

Dari dokumentasi sekolah yang peneliti dapatkan, yaitu arsip surat permhonan izin operasional SMP Islam Terpadu, kepada kepala Diknas Kota Palembang, 4 juni 2007, No. 19/E/Yys-izz/VI/2007. Dengan demikian SMP IT Izzuddin Palembang pada tahun 2007 didirikan secara resmi.

Yayasan Mahad Izzuddin didirikan 6 November 1999 di rumah (Alm.) H. Muchir Muchtar jalan Demang Lebar Daun Palembang. Mahad ini merupakan lembaga dakwah dan studi islam mengenai dirosah islamiyah, Bahasa Arab Terpadu, Tahsin Tahfidz Al-Quran. Pimpinan lembaga adalah seorang mudir (direktur) yaitu Ir. H. Salihul Fajri yang merupakan anak kandung dari Bapak (Alm) H. Muchir Muchtar

Berdirinya Yayasan Mahad Izzuddin Palembang tidak terlepas dari dua pondok pesantren yang merupakan terbesar di sumatera selatan yaitu: Pondok Pesantren Raudahtul Ulum Sakatiga dan Pondok Pesantren Assalam Al-Islami Sungai Lilin. Staf pengajar pada Yayasan Mahad Izzuddin adalah

  1. KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc
  2. KH. Malik Musir, Lc
  3. KH Novrizal Nawawi, Lc
  4. KH Iqbal Romzi
  5. KH Suhaely Ibrahim, Lc
  6. KH Lutfi Izzuddin, Lc

Yayasan Mahad Izzuddin mengelola program Dirasah Islamiya (Studi Islam yang angkatan I, diikuti 330 mahasiswa, dipimpin oleh KH. Suhaely Ibrahim, Lc. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, pada 6 oktober 2000, Yayasan Mahad Izzuddin mengirim K.H Tol’at Wafa Ahmad, Lc, K.H Abdul Munir, Lc, Drs. Iqbal Romzi dan Ir. H. Salihul Fajri menghadap notaris H. Zulkifli untuk mendaftarkan Yayasan Mahad Izzuddin menjadi lembaga pendidikan formal.

Menanggapi kebutuhan umat muslim di palembang, Yayasan Mahad Izzuddin pada tahun 2000 juga membuka program Bahasa Arab Terpadu (PBTA) yang bekerja sama dengan pusat Jakarta. Pada angkatan I diikuti sebanyak 60 orang dipimpin oleh H. Sarmuji Marzuki, Lc (Al-Hafidz).

Yayasan Mahad Izzuddin Palembang setelah mendapatkan pengesahan notaris, mulai mengembangkan kelembagaan misalnya dengan membuka sekolah-sekolah formal. SD Islam terpadu mulai dibuka pada tahun 2002 dengan siswa sebanyak 38 orang. Kepala sekolah SD Islam Terpadu Izzuddin yang pertama kali diserahkan kepada Olivia Erwani, S.Si, tak berapa lama kemudian digantikan oleh Kwarta Novita S. Ag dalam perkembangannya, kepala SD Islam Terpadu pada 2003 digantikan oleh Ir. H. Salihul Fajri, kemudian tahun 2004 digantikan oleh H. Ikhwanul Mujahidin, Lc.

Kemudia dilanjutkan TK Islam Terpadu Izzuddin pertama kali dibuka pada tahun 2003, pada saat itu kepala sekolahnya dijabat oleh Lindawaty, S. Ag Angkatan pertama ini peserta didiknya berjumlah 16 orang. Kemudian pada tahun 2004 (angkatan kedua) peserta didiknya 61 orang.

Dan akhirnya Yayasan Mahad Izzuddin semakin berkembang sehingga pada tahun 2007, yayasan izzuddin, membuka SMP Islam terpadu dengan kepala sekolahnya adalah Bukroni, S. Pd. I pada saat itu merupakan SMP Islam Terpadu yang pertama kali yang ada di Kota Palembang.

Back to top button